Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

KOMPAS.COM - Not Found

Written By bopuluh on Selasa, 12 November 2013 | 02.33

Harian Kompas  |  Kompas TV

Selasa, 12 November 2013

Ikuti Tur | Register

Get Personalized Here!

 |  Sign In
  • Channel
  • Channel
  • News
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Kompasiana
KOMPAS.com tidak dapat menampilkan link yang Anda tuju saat ini
Silakan tunggu beberapa saat lalu refresh halaman ini atau gunakan fasilitas search di bawah ini untuk mencari berita KOMPAS.com

Go

  • News
  • Nasional
  • Regional
  • Megapolitan
  • Internasional
  • Olah Raga
  • Sains
  • Edukasi
  • Infografis
  • Surat Pembaca
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Grazera
  • Kompasiana
  • KompasKarier.com
  • Midazz
  • SCOOP
  • Urbanesia
  • MakeMac
  • About Us
  • -
  • Advertise
  • -
  • Policy
  • -
  • Pedoman Media Siber
  • -
  • Career
  • -
  • Contact Us
  • -
  • RSS
  • -
  • Site Map
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

02.33 | 0 komentar | Read More

Basuki: Kalau Perlu, Pembuat Video Asusila Tidak Naik Kelas

Written By bopuluh on Kamis, 31 Oktober 2013 | 03.33


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyarankan agar semua siswa yang terlibat dalam video asusila SMP Negeri 4, Jakarta Pusat, diberikan sanksi yang terberat. Upaya itu untuk memberikan efek jera kepada siswa agar tidak lagi melakukan hal tersebut.

"Kalau perlu sanksi buat mereka yang membuat video itu tidak naik kelas," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (31/10/2013).

Ia menceritakan, kalau sanksi itu berpengaruh kepada para siswa. Dia mencontohkan hukuman yang diterima adiknya saat duduk di sekolah dasar karena terlibat perkelahian. Kemudian, mereka yang terlibat pertengkaran dihukum tidak naik kelas.

Kendati demikian, Basuki tidak gegabah perihal keputusan tersebut. Ia juga telah meminta bantuan psikolog untuk membantu konsultasi, faktor-faktor apa saja penyebab terjadinya peristiwa tersebut.

Prinsip Pemprov DKI, kata dia, adalah pemberian sanksi yang jelas, maka ada efek jera kepada anak-anak yang membuat video seperti itu. Dinas Pendidikan DKI pun telah memberikan pengarahan kepada pihak sekolah, dan ia sedang menunggu laporan Dinas Pendidikan DKI.

"Kita mesti sangat hati-hati dalam hal ini. Apakah dia di-bully atau yang lain. Makanya, psikolog yang jauh lebih mengerti," ujar Basuki.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, Pemprov DKI telah memberikan konseling dengan mengirim psikolog pilihan Basuki dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI, Mia. Pendampingan juga dilakukan oleh pakar pendidikan dan psikolog pendidikan.

Selain itu, Disdik DKI juga telah melakukan pemulihan terhadap 600 peserta didik, 60 guru, dan 12 karyawan SMP negeri yang terletak di Lapangan Banteng tersebut. Rencananya, pada 1 November 2013, Disdik DKI akan menyelenggarakan semiloka tentang pendidikan seks dan kesehatan reproduksi oleh psikolog serta aktivis HIV-AIDS Baby Jim Aditya, dan psikolog perlindungan anak oleh Badriyah Fayumi dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Semiloka itu akan diselenggarakan di Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, selama dua hari, yaitu Jumat dan Sabtu lusa.

"Untuk semiloka kepala sekolah SMP se Jakarta akan dilaksanakan Jumat mulai jam 2 sampai jam 5 sore. Sedangkan di hari Sabtu, akan dikumpulkan Ketua Komite sekolah SMP se-Jakarta mulai pukul 08.30-12.30," kata Taufik.

Editor : Ana Shofiana Syatiri


03.33 | 0 komentar | Read More

Daya Tahan Tubuh Menurun, Jangan Salahkan Cuaca


KOMPAS.com -
Musim hujan kembali menghampiri. Tanpa kenal waktu awan gelap disertai hembusan angin dingin menggantikan cuaca kering dan panas yang sebelumnya hadir. Guyuran air tak lama membasahi seluruh jalan dan memaksa penggunanya untuk berteduh.

Datangnya musim hujan, kerap kali disertai dengan menurunnya daya tahan tubuh. Padahal cuaca tak bisa sepenuhnya disalahkan atas penurunan imunitas.

"Memang cuaca pasti berpengaruh pada ketahanan tubuh seseorang. Namun besarnya pengaruh tidaklah sama, bergantung status kesehatan pada saat itu," kata internist pengasuh konsultasi kesehatan Kompas Health dr. Irsyal Rusad, Sp.PD., MH pada Rabu (30/10/2013).

Status kesehatan yang baik tentu mampu menghalau efek buruk datangnya musim hujan. Namun sebaliknya, status kesehatan yang buruk akan menurunkan daya tahan sehingga tubuh mudah sakit. Irsyal mengatakan, bukan hal yang sulit untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Daya tahan tubuh tidak seketika menjadi baik. Imunitas perlu dipelihara dan ditingkatkan melalui pola hidup yang sehat," jelasnya.

Kebiasaan menjaga keseimbangan asupan nutrisi, jam kerja, istirahat, dan olahraga yang dilakukan sebelumnya, menentukan kualitas daya tahan tubuh menghadapi musim penghujan.

Irsyad menyarankan untuk meningkatkan porsi konsumsi buah dan sayuran selama musim hujan. Konsumsi buah dan sayuran yang diolah sederhana sebanyak 5 porsi sehari, sudah cukup sebagai sumber vitamin dan mineral. Kedua kandungan ini merupakan antioksidan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain buah dan sayur, konsumsi makanan lain harus mengandung cukup protein, lemak, dan karbohidrat sesuai kebutuhan tubuh. Lemak dan protein, kata Irsyal, bisa diperoleh dari ikan, daging putih, tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Untuk pengolahannya, Irsyal menyarankan dalam bentuk hangat dan berkuah, sehingga bisa lebih nyaman untuk tubuh.

Hujan tidak boleh mengubah pola olahraga dan istirahat yang telah rutin dijalani. Olahraga memungkinkan tubuh memperoleh cukup aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tubuh. Sedangkan jam istirahat yang cukup memungkinkan tubuh beregenerasi dan membentuk sel baru.

Datangnya musim hujan, juga tidak bisa menjadi alasan konsumsi suplemen berlebihan demi menjaga daya tahan tubuh. "Konsumsi suplemen tidak lantas memperbaiki daya imunitas. Konsumsi berlebihan justru berbahaya bagi tubuh," kata Irsyal.

Irsyal mencontohkan vitamin C yang sering dikonsumsi sebagai suplemen. Walau dibutuhkan tubuh sebagai antioksidan, namun vitamin C tidak diperlukan dalam jumlah tinggi. Kebutuhan vitamin C dalam sehari berkisar 50-70 miligram, tidak sampai 500 miligram.

"Daripada suplemen, lebih baik konsumsi banyak sayur dan buah. Sayur dan buah mengandung banyak vitamin dan mineral, sehingga manfaat untuk tubuh lebih terasa," tandasnya. 


03.33 | 0 komentar | Read More

Inalum, Anak Terbuang yang Kembali ke Pelukan


JAKARTA, KOMPAS.com - Keinginan Pemerintah Indonesia menjadikan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sebagai perusahan pelat merah mulai 1 November 2013 hampir terwujud. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah memberikan lampu hijau penggunaan bujet negara untuk membeli 58,8 persen saham Inalum dari konsorsium Nippon Asahan Aluminium (NAA).

Rabu (30/10/2013) kemarin, Komisi XI DPR menggelar rapat untuk membahas akuisisi PT Inalum ini. Rapat yang dihadiri Menteri Keuangan Chatib Basri ini dipimpin Ketua komisi XI Olly Dondokambey.

DPR setuju, pemerintah menggunakan dana di APBN 2012 sebesar Rp 2 triliun dan di APBN 2013 dengan nilai anggaran Rp 5 triliun untuk akuisisi Inalum. "Jadi total dana yang disetujui DPR membeli 58,8 persen saham PT Inalum Rp 7 triliun," kata Chatib.

Chatib menjelaskan, hingga Rabu (30/10/2013), belum ada kesepakatan harga dengan konsorsium NAA. Tapi berdasarkan hasil audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), nilai 58,8 persen saham Inalum per 31 Maret 2013 setara 453 juta dollar AS.

Namun, bila menilik kenaikan harga saham Inalum per 31 Oktober 2013, BPKP memproyeksikan harga saham Inalum menjadi 558 juta dollar AS.

Nilai ini didasarkan bahwa selama tujuh bulan, sejak dilakukannya audit telah terjadi peningkatan nilai aset karena aktivitas bisnis yang berkembang, dan aktivitas lainnya dari Inalum.

Hanya perlu diingat, dalam negosiasi terakhir, NAA masih meminta agar 58,8 persen saham mereka dihargai 626 juta dollar AS, lebih murah ketimbang permintaan pertama yakni 650 juta dollar AS.

Dengan modal akuisisi yang dimiliki pemerintah sebesar Rp 7 triliun atau setara 630,6 juta dollar AS sudah mencukupi untuk membayar 58,8 persen saham Inalum sesuai permintaan NAA. Meski begitu, Chatib optimistis nilai saham  Inalum bisa lebih rendah, bahkan dari proyeksi BPKP.

Sayang, Menkeu enggan memerinci tawaran terakhir Pemerintah Indonesia dengan alasan bagian strategi bernegosiasi.

Menggelar RUPS

Yang jelas, Kementerian Negara BUMN akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mendapatkan persetujuan pengalihan saham dari NAA kepada Pemerintah Indonesia.

Deputi di Kementerian BUMN Dwijanti Cahyaningsih Rabu (30/10/2013) mengatakan, RUPS untuk mendapatkan persetujuan dari NAA dan pemegang saham lainnya. Di RUPS ini pemerintah akan menempatkan wakil di jajaran manajemen baru PT Inalum.

Tapi sayangnya Dwijanti masih enggan memberikan komentar mengenai langkah pemerintah. Ia mengaku semua harus menunggu pelaksanaan RUPS dan kesepakatan dengan pihak Jepang.

Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar mengaku soal teknis pengalihan apakah kepada Menteri Keuangan atau Menteri BUMN tersebut tidak dibahas dalam rapat kerja. "Kalau Inalum langsung di bawah Kementerian BUMN, maka Kementerian harus menyiapkan BUMN baru bagi Inalum," ujarnya.

Jatah Pemda Sumut

Masalah lain yang bakal muncul setelah pembelian saham Inalum dari investor Jepang kelar adalah menyikapi keinginan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan 10 daerah kabupaten/kota di kawasan Inalum yang ingin ikut andil menjadi pemegang saham Inalum.

Chatib menegaskan, pembagian saham ini harus menunggu saham Inalum 100 persen dikuasai oleh pemerintah Indonesia lebih dahulu, baru dibagi ke daerah. Seperti diketahui bahwa, DPR telah menentukan porsi saham yang bisa diambil oleh Pemda adalah sebesar 30 persen.

Hanya saja, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengingatkan kepada Pemda agar merencanakan keuangannya dengan matang sebelum ikut membeli saham Inalum. "Karena uang yang dibutuhkan untuk akuisisi ini cukup besar, jangan sampai memaksakan keuangan daerah, terus daerahnya jadi tidak terurus," ujar Dahlan, Kamis ( 31/10/2013).

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Gatot Pudjo Nugroho sebelumnya mengatakan bahwa Pemda Sumut siap untuk ikut bagian dalam membeli saham Inalum.

"Uang pemerintah daerah memang tidak sebanyak itu. Tetapi, untuk pengambilalihan Inalum, kita bisa pinjam dan bekerja sama dengan pihak ketiga lainnya," kata Gatot. Pemda Sumut paling tidak akan membeli sekitar 20 persen saham Inalum.

Gatot mengatakan, untuk membantu pendanaan Inalum, kemungkinan pihaknya akan bekerja sama dengan PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) dan Apemindo (Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia). Memang sebelumnya Apemindo secara gamblang menyatakan ketertarikannya untuk membeli saham Inalum.

Direktur Eksekutif Apemindo, Ladjiman Damanik mengatakan beberapa waktu lalu bahwa pihaknya tengah menyiapkan proposal untuk pengajuan kerja sama pembelian saham Inalum.

"Kami masih dalam tahap rancangan skema pendanaan dan desain penanaman produksi," ujar Ladjiman beberapa waktu lalu.

Ladjiman mengakui pihaknya akan mengumpulkan sumber dana, baik dari dalam maupun luar negeri. "Kita sudah mengumpulkan sumber dana sendiri, namun tentunya belum mencukupi. Kita sedang cari dana dari dalam dan luar negeri," kata Ladjiman kepada KONTAN (20/5).

Bahkan TOBA telah mengantongi komitmen pendanaan dari beberapa bank asing senilai US$ 600 juta untuk membeli sebagian saham Inalum. "Soal berapa persen saham yang diambil, terserah Pemda," kata Luhut Binsar Panjaitan pensiunan Jenderal sekaligus pemilik TOBA.

Rugi Selama 22 tahun

Pengambilalihan saham Inalum dari NAA oleh pemerintah Indonesia dikarenakan kerjasama yang terjalin selama ini merugikan pemerintah Indonesia. Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo pemerintah menderita kerugian selama 22 tahun sejak proyek kerjasama pengolahan aluminium berlangsung 30 tahun lalu.

Memang Agus tidak mengungkapkan seberapa besar nilai kerugian tersebut. Namun menurutnya besaran kerugian itu bisa dihitung dari selisih harga 1 ton bauksit dengan harga 1 ton alumunium.

"Bayangkan selisih harga 1 ton alumunium jika dibandingkan dengan harga 1 ton bauksit itu selisih harganya mencapai 148 kali lipat, bayangkan saja itu," tutur mantan bankir Bank Mandiri itu.

Oleh karenanya, Agus ingin pemerintah mengambil alih kepemilikan saham sisa Inalum agar Indonesia bisa mendapat keuntungan. Dahlan Iskan, menambahkan jika pemerintah telah mengambil alih 58,8 persen saham Inalum maka seluruh keuntungan mengalir ke kas negara. Dahlan mengungkapkan, Inalum memproduksi aluminium dan bisnis komoditas tambang ini memiliki prospek keuntungan yang sangat besar.

"Bisnis aluminium sangat menguntungkan. Sebab, saat ini kebutuhan aluminium sangat besar untuk pembangunan dan selama ini kebutuhannya kita impor," katanya.

Menurutnya, keuntungan lain bagi Indonesia adalah 70 persen produksi Inalum yang selama ini harus dikirim ke Jepang hal itu tidak akan terjadi lagi. Selain itu, jika sebelumnya Indonesia impor aluminium, ke depan bukan tak mungkin negeri ini bisa menjadi eksportir aluminium.

Bukan cuma itu. Keuntungan lainnya, menurut Dahlan, Inalum juga memiliki pembangkit listrik berkapasitas 600 Megawatt. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berasal dari Danau Toba dan disebut Dahlan memiliki harga yang rendah.

Konsep kerja awal Inalum

Lalu apa rencana pemerintah untuk Inalum kedepan?. Dahlan mengaku sudah menyiapkan bussiness plan yang akan dilakukan oleh BUMN terhadap Inalum.

Pertama, mengalihkan semua kas perusahaan yang selama ini berada di Jepang yang sebesar Rp 2,5 triliun ke bank BUMN di Indonesia. "Banknya ya terserah perusahaan, kami tidak menentukan, pokoknya tanggal 1 November 2013 sudah harus pindah," katanya.

Sebenernya pemerintah sudah berupaya agar uang kas perusahaan itu ditempatkan di Indonesia sejak awal tahun. Namun pihak Jepang belum setuju karena mayoritas pemegang sahamnya berada di Jepang.

Kedua, perihal masalah bahan baku. Menurut Dahlan, pihaknya meminta agar bahan baku jangan sampai dialihkan ke Indonesia seluruhnya. Dikhawatirkan, ke depannya Inalum akan mengalami kesulitan untuk memperoleh bahan baku.

Terkait hal itu, Dahlan meminta kepada pemerintah agar direksi memperpanjang kontrak pembelian bahan baku untuk dua tahun ke depan.

Ketiga, terkait masalah pasar di mana selama ini pasar Inalum dikirim ke Jepang dengan jumlah yang besar. "Nah, kita nanti mau jual kemana? Untuk itu kami meminta bantuan kepada pemerintah supaya dicari pembeli dalam negeri," katanya.

Dengan tahapan kerja yang sudah dirancang tersebut, Dahlan optimistis bahwa Inalum akan berjalan dengan lancar dan dapat memberi keuntungan bagi Indonesia. Semoga!. (Hendra Gunawan, Asep Munazat Zatnika, Agus Triyono, Mimi Silvia)

Editor : Bambang Priyo Jatmiko


03.33 | 0 komentar | Read More

Bengkulu Rangking Kedua Terendah dalam Penyaluran KUR


BENGKULU, KOMPAS.com - Provinsi Bengkulu menduduki peringkat kedua terendah dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Pulau Sumatera, setelah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penyaluran KUR Provinsi Bengkulu, berdasarkan plafon penyaluran KUR hingga bulan Agustus 2013 tercatat Rp 899,9 miliar tumbuh sebesar 46,37 persen. Sementara itu, jumlah debitur tercatat sejumlah 68.069 nasabah, atau tumbuh sebesar 34,68 persen.

Divisi Asesmen Transmisi Moneter dan Sektor Keuangan Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Piter Abdullah mengatakan, untuk penyaluran KUR di Provinsi Bengkulu hanya 0,72 persen dari total penyaluran KUR Nasional yang mencapai Rp 125, 37 triliun.

"Sementara, dilihat secara regional Sumatera, KUR Bengkulu di porsi 3,24 persen dari penyaluran KUR di Sumatera yang sebesar Rp 27,78 triliun. Nah, dari sana penyaluran KUR di Bengkulu peringkat kedua terendah di Pulau Sumatera," kata Piter, Kamis (31/10/2013).

Penyaluran KUR di Bengkulu, lanjut dia, didominasi oleh KUR Mikro BRI yang mengambil pangsa sebesar 60,13 persen dari total nominal penyaluran KUR. Kemudian, diikuti oleh BRI sebesar 16,50 persen dari total nominal penyaluran KUR. Bank Mandiri sebesar 10,15 persen dari total nominal penyaluran KUR.

"Dari penyaluran KUR di Bengkulu, nominal penyaluran KUR terbanyak di BRI, Bank Mandiri dengan persentase yang berbeda," imbuh Piter.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah 2013, terang dia, masih dalam tren melemah. Pada akhir September tercatat Rp 10.650 per dollar AS atau melemah 8,2 persen dibandingkan akhir Juni 2013.

Meskipun demikian, lanjut dia, kondisi terkini menunjukkan tekanan terhadap rupiah sudah mulai mereda sejak akhir September. Sementara itu untuk tekanan inflasi mereda terindikasi pada deflasi di September sebesar 0,35 persen atau 8,40 persen.

Editor : Bambang Priyo Jatmiko


03.33 | 0 komentar | Read More

Nelayan Ini Tewas Tersambar Roda Mesin Kapal

Written By bopuluh on Selasa, 29 Oktober 2013 | 03.33

KENDARI, KOMPAS.com - Seorang nelayan, Saudin (30) tewas setelah leher dan tangannya tersambar roda mesin kapal yang ditumpanginya, Selasa (29/10/2013). Peristiwa itu terjadi di perairan Teluk Kendari saat korban asal Desa Labuhan Peropa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara pulang seusai mencari ikan.

Kapolres Kendari, AKBP Anjar Wicaksana mengatakan, kejadian itu berawal saat korban hendak menutup saluran air mesin dalam dengan posisi sarung dililit di lehernya. Saat korban menunduk untuk menutup saluran air tersebut, sarung yang melilit di lehernya mengenai roda gila mesin.

"Korban ikut tergiling dengan roda gila, nyawa korban tidak bisa ditolong setelah mengalami memar pada sekitar leher dan tangan," terang Anjar, Selasa (29/10/2013).

lanjut Anjar, berdasarkan keterangan saksi, Rahmat (19) yang juga rekan korban satu kapal, mengatakan, peristiwa itu terjadi saat kapal sudah mendekati pelabuhan pelelangan ikan.

Kapolres Kendari menambahkan, pihaknya membawa korban ke Rumah Sakit Santa Ana untuk divisum. "Setelah korban dilarikan ke rumah sakit terdekat, polisi mengamankan lokasi kejadian, memeriksa para saksi dan menghubungi keluarga korban," tandas Anjar.

Editor : Farid Assifa


03.33 | 0 komentar | Read More

Klenteng Timbul di Tengah Laut


KOMPAS.com - Suatu pagi Agni Malagina, seorang sinolog dari Universitas Indonesia, melompat ke dalam perahu klotok—sebutan setempat untuk perahu motor. Perahu yang menderum itu membawanya menyusuri kampung nelayan di Dusun Merpati, Muara Kakap, Kalimantan Barat. Demikian Agni mengawali penuturan kisah melancongnya kepada National Geographic Indonesia.

"Fakta menarik, masyarakat Muara Kakap 80 persen adalah keturunan Cina," ungkapnya. "Mereka adalah keturunan orang Tiociu dan Khek (Hakka). Orang Tiociu berasal dari daerah Guangdong, sedangkan orang Khek berasal dari daerah Fujian."

Perahu klotok membelah sungai yang diapit permukiman nelayan. Seorang ibu, yang tengah mencuci peralatan rumah tangga dan baju di tepian sungai yang berair cokelat, membalas lambaian tangan Agni. Rumah panggung sang ibu itu terbilang sempit, reyot, dan kumuh. Di belakang deretan rumah itu tertambat sampan-sampan dengan dayungnya.

Semua perahu yang menuju muara, demikian menurut Agni, akan melewati kolong titian kayu nan melengkung. Di tengah titian itu terdapat papan hijau beraksara merah lusuh: "Jembatan Bintang Tujuh"—lengkap dengan aksara Cinanya. Titian tersebut menghubungkan Dusun Merpati dengan Pasar Kakap dan pusat kegiatan pemerintahan.

Setelah perahu melewati kolong jembatan, "Kami berhadapan dengan muara sungai yang dipenuhi jermal-jermal penangkap ikan," ungkapnya.

Tatkala perahu lepas dari muara menuju Selat Karimata, tampak tiga bubungan atap bangunan kayu di tengah laut. Dinding-dindingnya bercat biru, kontras dengan pelisir merah pada atapnya. Tiang-tiang pancang kayu intan yang menopangnya telah membuat bangunan itu seolah menyembul dari lautan lepas. Warga menyebutnya Klenteng Timbul atau Pekong Laut.

Jiwa sinolog Agni pun bergelora, dia menyelisik simbol-simbol mitologi Cina dalam klenteng itu. "Tiga itu angka penting lambang trinitas—langit, Bumi, dan manusia," demikian interpretasi Agni soal jumlah bubungan atap dalam bangunan tradisi Cina.

Dua bubungan klenteng itu masing-masing berhias dua naga bercat putih yang mengapit mutiara. "Naga melambangkan elemen Yang simbol kekuatan tertinggi dan keberuntungan," ungkapnya. "Sedangkan mutiara merupakan simbol kesehatan dan kesejahteraan."

ementara, bubungan lainnya menampilkan sosok burung phoenix. Menurutnya, sosok satwa mitologi ini "melambangkan elemen Yin simbol kerendahan hati, kebajikan, kebaikan, dan kesopanan."

Sejak dibangun pada 1960-an, klenteng ini banyak dikunjungi peziarah atau umat yang hendak bersembahyang pada dewa-dewa Tao. "Biasanya mereka membayar Rp100 ribu untuk transportasi air rute pergi-pulang."

Muara Kakap berada di Kabupaten Kubu Raya, sekitar 25 kilometer dari Pontianak, Ibu Kota Provinsi Kalimanatan Barat. Muara ini menghadap langsung ke hamparan Laut Cina Selatan nan membiru.

Perahu Agni merapat ke dermaga klenteng. Dia meniti tujuh anak tangga kayu, lalu sampailah ke beranda Klenteng Timbul yang berpagar dan bernuansa merah. Dia menyaksikan dua tiang kayu penyangga atap beranda yang berhias bunga teratai bersusun tujuh dengan warna jambon memudar.

Di beranda klenteng itu tersemat papan nama klenteng beraksara Cina. "????—Xiao Yi Shen Tang," Agni mengejanya. Artinya, Klenteng Darma Bakti.

Terdapat tiga pintu masuk menuju ruangan dalam klenteng. Masing-masing pintu berhiaskan lukisan sosok dua dewa dalam mitologi Cina. "Itu Dewa pintu," ungkapnya. "Namanya Qin Qiong dan Yuchi Gong, atau Shen Shu dan Yu Lei."

Dewa utama klenteng ini adalah Guan Yu atau dikenal dengan sebutan Guan Gong atau Kwan Kong (Dewa Perang), demikian ungkap Agni. Sang Dewa dipercaya melindungi kehidupan dan aktivitas umat.

"Tak hanya dipuja oleh orang biasa dengan pelbagai profesi," ujarnya, "dewa ini konon dipuja juga oleh serikat rahasia—mafia—dan perkumpulan rahasia lainnya."

"Daerah Sungai Kakap terkenal menjadi tempat permukiman orang Cina yang mengidentifikasikan dirinya dengan sebutan 'Cin', 'Cina', 'Cinday'—CinaDayak," ungkap Agni. "Belakangan saja muncul kata 'Tionghoa' yang sering digunakan oleh pejabat dan aparat pemerintah untuk menyebut orang Cina Kakap."

Sekiranya singgah ke Muara Kakap, cecapi juga santapan khasnya: Pengkang. Makanan ini terbuat dari kerang yang dibumbui, lalu dibungkus daun pisang. Biasanya pengkang dibakar atau dikukus, kemudian disantap bersama nasi dan sambal. "Semacam kerang dengan daging yang besar," ungkap Agni. "Rasanya gurih." (Mahandis Y. Thamrin/National Geographic Indonesia)

Editor : Yunanto Wiji Utomo


03.33 | 0 komentar | Read More

Lima Murid SD Tersengat Listrik di Pondok Kelapa, Dua Tewas

JAKARTA, KOMPAS.com — Lima pelajar SD Negeri 4 Bintara Jaya, Bekasi Barat, tersengat arus listrik di sebuah Lapangan Perumahan Palem Indah Blok Y, RT 02 RW 14, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (29/10/2013) sekitar pukul 13.00 WIB. Dua dari tiga pelajar tersebut meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

Seorang warga sekitar yang sempat menolong para korban, Soni (40), mengatakan, awalnya dia tengah berteduh di pos keamanan lingkungan di dekat lokasi kejadian. Tak lama kemudian, terdengar laporan dari perangkat komunikasi dalam pos itu dan menyatakan ada siswi pelajar sekolah yang pingsan di lapangan kompleks tersebut. Soni bersama puluhan orang lain mendatangi lokasi kejadian. Ternyata, warga sudah berkumpul di lokasi, tetapi belum dapat melakukan tindakan apa pun karena mengetahui para korban tersengat listrik pada pagar lapangan tersebut.

"Anak-anak ketumpuk di lapangan voli. Yang satu paling depan, tangannya nyangkut di pagar," kata Soni saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa sore.

Saat Soni datang, kondisi korban membiru. Mereka tersengat listrik dengan posisi berjejer dan saling menempel. Korban diduga hendak menolong temannya yang pertama tersengat aliran listrik tersebut.

"Yang dua posisinya enggak bergerak, yang dua masih. Kalau yang satu, sempat kesetrum juga, tapi lolos. Dia yang ada di jalanan teriak-teriak minta tolong," ujar Soni.

Korban akhirnya ditolong setelah listrik di sekitarnya dimatikan. Namun, dia tak dapat memastikan dari mana sumber listrik yang mengalir di pagar besi tersebut.

Seorang anggota Polsek Metro Duren Sawit menyebutkan, kelima pelajar tersebut bernama Zilda, Rostika, Sri Mulyani, Tasya, dan Putri. Rata-rata korban berusia 10 tahun. Dari kejadian tersebut, Tasya dan Putri meninggal dunia. Semua korban dibawa ke Klinik Satpa Mitra. Para korban selamat juga mendapatkan perawatan di tempat yang sama.

Editor : Laksono Hari Wiwoho


03.33 | 0 komentar | Read More

Z Bukan Huruf Terakhir Andromax

JAKARTA, KOMPAS.com - Andromax Z bukan varian terakhir dari keluarga Android Smartfren. Setidaknya, masih ada satu lagi yang akan jadi perangkat ketujuh.

Pada Senin (28/10/2013), Smartfren resmi merilis Andromax Z. Keluarga terbaru Andromax ini merupakan generasi ke-6.

Sebelumnya Andromax pernah muncul dalam Andromax C, Andromax I, Andromax U, Andromax V dan Andromax T.

Menurut Sukaca Purwokardjono, Head of Smartphone PT.Smartfren Telecom, masih akan ada satu seri Andromax lagi. Smartfren berencana untuk memiliki tujuh produk bernama Andromax.

"Ada 1 Andromax lagi yang sedang dipersiapkan oleh Smartfren. Rencananya sebagai penutup line up Andromax dan akan dikeluarkan dalam waktu dekat ini," Sukaca menambahkan.

Selama ini, Andromax hadir dengan variasi harga yang berbeda-beda sesuai target pasarnya. Diharapkan, adanya tujuh varian Andromax akan mampu menjangkau segala kalangan.

"Tujuannya ya memang Smartfren ingin hadir pada beragam lapisan masyarakat dan dijadikan pilihan dibanding para pesaingnya. Maka dari itu ada tujuh line up Andromax," ujar Sukaca.

Andromax Z akan tersedia di pasaran pada 30 Oktober mendatang dengan harga Rp 2.799.000. Sedangkan untuk "adik kecil"-nya, pihak Smartfren belum menjelaskan kapan waktu pasti seri Andromax itu akan diresmikan.

Akan seperti apa wujud anggota keluarga terakhir Andromax nanti?


03.33 | 0 komentar | Read More

Rikwanto: Siswi Pemeran Video Asusila Bersikeras Dirinya Dipaksa

Written By bopuluh on Senin, 28 Oktober 2013 | 03.33

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika diperiksa oleh penyidik dari Polres Metro Jakarta Pusat, AE, pelajar siswi dalam video asusila di ruang kelas Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Jakarta, mengaku dirinya dipaksa untuk melakukan perbuatan tersebut.

"AE mengatakan dirinya dipaksa untuk melakukan hal tersebut. Ini tidak singkron dengan keterangan saksi lainnya," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (28/10/2013).

Untuk itu, lanjut Rikwanto, polisi akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi untuk mengonfirmasi keterangan yang didapat dari AE.

Selain tidak singkron dengan keterangan saksi, keterangan AE juga tidak sesuai dengan fakta yang didapat di lapangan.

Sementara itu FP, pelajar pria dalam video tersebut belum diperiksa oleh penyidik. Menurut Rikwanto, FP baru akan menjalani pemeriksaan pada pekan ini.

Sampai saat ini, polisi telah memeriksa 17 orang saksi. Sepuluh di antaranya adalah murid SMPN 4 Jakarta yang merekam dan menonton video tersebut.

Kepala sekolah dan wakilnya juga sudah diperiksa, beserta guru BP dan wali kelas pemeran video. Polisi juga memeriksa tiga orang petugas keamanan sekolah.

Kejadian berawal saat orangtua AE melaporkan bahwa anaknya telah dipaksa oleh temannya untuk melakukan hubungan intim di sekolahnya. Ia juga melaporkan bahwa anaknya diancam akan dilukai bila menolak permintaan salah satu temannya.

Setelah memeriksa video yang dimaksud, polisi tidak menemukan adanya unsur paksaan. Polisi justru melihat mimik wajah pelajar yang ada di dalamnya terlihat bergembira. 

Editor : Eko Hendrawan Sofyan


03.33 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger